Perlunya Tarbiyah Untuk Memerangi Ghouzul Fikri

Bengkulu – Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam Universitas Dehasen (UKM KI Unived) Bengkulu Alhamdulillah pada hari Sabtu, 03 Maret 2018 telah melaksanakan agenda Upgrading Oriaba (Orientasi Mahasiswa Baru) yang bertempat di Ruang FKIP (lantai 2) dapat berjalan dengan lancar.

Acara tersebut di laksanakan dengan tujuan agar kader UKM KI mengetahui batasan-batasan masalah yang terjadi pada jaman now ini, mereka di ajakan serta di latih agar ketika di hadapkan pada situasi sulit mereka mampu mencari solusi instan dan efektif dalam penanganan masalah yang di hadapi, dengan begitu insya Allah mereka akan mampu bertahan dari situasi serta kondisi apapun.

Alim Heriyanto selaku ketua panitia mengatakan bahwa dalam agenda kali ini, kami segenap panitia dengan arahan Pembina mengambil tema “Aku Lawan Ghouzul Fikri Dengan Tarbiyah”, maksud dari tema itu adalah di samping kita sedang menghadapi masalah Ghouzul Fikri (Perang Pemikiran), kita juga mencari dan menyuguhkan solusi yaitu dengan tarbiyah. Tarbiyah sendiri memang menjadi salah satu solusi untuk melawan ghouzul fikri, karena dengan tarbiyah kita di beri asupan untuk ruhaniah kita, sehingga ketika ruhaniah terisi, maka outputnya akan positif, sehingga kader UKM KI menjadi kader yang imun “kita analogikan seperti ini ikhwafillah, jika kita tidak makan nasi, maka fisik kita akan sakit, begitu juga terjadi ketika ruhaniah kita tidak diisi atau tidak di beri asupan positif (tadarusan atau baca Al-Qur’an, berkumpul dengan orang soleh, dan hal baik lain sebagainya) maka hati dan ruhaniah kita akan sakit, maka dari itu kami dari UKM KI menghadirkan solusi untuk ikhwafillah sekalian agar menjadi kader yang imun” jelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

Dalam materi tersebut yang di sampaikan oleh Ustad Hermawan, beliau menyampaikan bahwasannya di jaman now ini kita harus teliti ikhwafillah, jangan sampai kita justru terlena dengan semua kenikmatan sesaat ini, ingat kita hidup di dunianya Allah subhanahu wa ta’ala hanya untuk beribadah, kita juga harus merubah pola pikir kita bahwa dunia ini hanya ladang saja sebagai lahan kita untuk mencari amal ibadah sebagai bekal kita di kehidupan akhirat nanti “silahkan saja jika kalian hidup di dunia ini hanya untuk bersenang-senang, silahkan saja jika kalian hidup di dunia ini mencintai siapapun, tapi ingat kembali itu hanya sementara”.

Ghouzul fikri atau dikenal dengan perang pemikiran adalah salah satu metode yang di lakukan oleh orang-orang yang ingin menghacurkan para pemuda (khususnya) dan khalayak masyarakat (umumnya) agar merubah pola fikir bahwa hal yang salah jika di lakukan secara berulang maka akan di anggap benar, sehinga setelah pola pikir tersebut di serap maka yang di khawatirkannya adalah akan munculnya ketidak percayaan antar sesama masyarakat dan orang-orang yang sudah “teracuni” tersebut. Ada beberapa hal yang menjadi media ghouzul fikri, di antaranya adalah melalui teknologi, fashion, social media, food, film dan lain sebagainya yang mempengaruhi hasrat hati dan pikiran kita agar terlena dengan hal tersebut, sehingga kita lupa akan kehidupan akhirat. Jika keimanan dan hati kita tidak kita teguhkan serta kita kuatkan, maka bukan tidak mungkin, kita justru yang akan terjerumus “untuk seluruh pemuda dan masyarak umum di manapun kalian berada, mari kita bersama sama perangi ghouzul fikri dengan sama-sama tarbiyah, saling mengingatkan, tingkatkan ibadah dan berkumpul dengan orang soleh” tutupnya.

Berikut adalah foto dokumentasi agenda tersebut

Semoga Allah melindungi kita semua dimanapun kita berada

 

Comments are closed.