Andre Tama Munthe Wakili UNIVED di Forum Internasional Bali Asia Internasional Model United Nation (BAIMUN)

Simulasi Sidang Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Model United Nations (MUN) sendiri merupakan forum atau simposium internasional atau miniatur perserikatan bangsa-bangsa (PBB) yang didalamnya akan hadir pemuda dari berbagai negara dan diajak untuk belajar mengenai diplomasi, hubungan internasional, kepemimpinan, kerjsama, dan berbagai isu-isu hangat yang sedang menjadi perbincangan di dunia saat ini. Seperti membahas isu global mengenai pendidikan, kesetaraan gender, masalah lingkungan, politik, kebudayaan, kesehatan, dan kemanusiaan,dsb.

Pada tanggal 22 hingga 25 Maret 2019, Andre Tama Munthe salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dehasen Bengkulu telah mengikuti BAIMUN (Bali Asia Internasional Model United Nations) yang bertempat di The Westin Hotel & Resort Nusa Dua, Bali dan diikuti oleh 462 delegasi dan lebih dari 44 negara di dunia untuk mengikuti acara tersebut dalam berpartisipasi aktif.

“Dalam simulasi sidang perserikatan bangsa-bangsa (PBB) ini, kita dilatih untuk menjadi diplomasi dari suatu negara. Kita mewakili suatu negara untuk membahas isu-isu global. Misal saya dari Indonesia, belajar untuk menjadi diplomasi mewakili negara Iran atau negara lain.kegiatan ini juga dituntut untuk memiliki Public Speaking dan jiwa kepemimpinan yang tinggi”. tutur Andre Munthe.

Melalui pengalaman mengikuti Bali Asia Internasional Model United Nation (BAIMUN), Andre merasa mendapatkan softskill yang sangat berguna bagi dirinya. “Aku bertemu dengan banyak orang di sini, menambah wawasan dan relasi, dan semakin dapat mengembangkan skill komunikasi. Selain itu, di sini aku juga belajar tentang self development. Orang-orang di sana sangat tepat waktu dan open-minded. Mereka mau terbuka terhadap hal-hal baru dan mau belajar. Mereka juga suka sharing ide dan pendapat, dan mereka sangat menghargai orang-orang yang mau mendengarkan argumen mereka,” jelas Andre. “Dari sini aku belajar bahwa komunikasi yang baik itu benar-benar penting dan dibutuhkan,” lanjutnya. Oleh sebab itu, menurutnya penting bagi anak muda untuk membuka wawasan terhadap isu-isu dunia dan terlibat dalam social project.

Andre mengungkapkan cukup banyak persiapan yang dibutuhkan sebelum berangkat mengikuti simulasi sidang PBB tersebut. “Karena kita mewakili negara lain, maka kita harus belajar tentang negara itu. Kita harus mencari fakta, jurnal, bagaimana sejarah diplomasi mereka. Itu menjadi tantangan tersendiri buat aku,” ungkap Andre Munthe.

Selain berdebat dan melakukan sidang simulasi PBB, Andre dan para delegasi yang berasal dari Indonesia juga menampilkan performance yaitu tarian dan nyanyian (wonderful Indonesia) berhasil meraih penghargaan Best Performance di malam cultural night pada sesi closing ceremony of BAIMUN (Bali Asia Internasional Model United).

“Saya bangga menampilkan kebudayaan tarian dan nyanyian dari Indonesia karena Indonesia mempunyai banyak kebudayaan sehingga ini adalah salah satu promosi Indonesia di kancah internasional yang bisa dilirik dari belahan dunia”. tutur andre munthe.

Andre berpesan kepada para pemuda untuk fokus pada bidang yang disukai. “Harapan saya kepada mahasiswa dan teman -teman adalah jangan pernah berhenti untuk terus mengasah kemampuan diri, teruslah belajar dan mengasah semangat. Karena yang paling terpenting adalah yakin dan percaya bahwa semua orang punya kemampuan dalam jatah sukses dari hasil kerja kerasnya, serta pergunakanlah waktu sebaik mungkin untuk menggapai cita-cita dan terus berprestasi,” tutupnya. (04/04/19)

      

 

Comments are closed.